Clock

Kesan Pesan Saat di SMPN 1 Singosari

| Rabu, 23 Februari 2011 | 0 komentar |

Dulu waktu saya pertama kali menginjakan kaki saya di SMPN 1 Singosari, wuihhh.. seneng banget, karna saya berhasil masu ke sekolah yang tergolong bagus dan anaknya pinter-pinter.

Waktu kelas satu dulu, aku berada di kelas 7A, di elas ni, kelasku bolak-balik ganti wali kelas yang bikin sumpek. Dulu aku ngrasa minder, karna anak yang masuk ke sekolah ini pada pinter-pinter semua, dulu aku pernah berpikir, "busyeettt dah, kalah saingan gue". eh, ternyata beneran. Waktu kelas satu dulu, ama pihak sekolah kita-kita yang anak RSBI di kasih ID card, dan katanya harus wajib make'. Kitapun nurut-nurut aja. Eh, ternyata eh ternyata, waktu tmen gue lewat tangga dan berpapasan dengan kakak kelas, kakak kelas yang kliatannya endel banget ngomong kayak gini, "ih, mentang-mentang jadi anak RSBI aja belagu, ID cardnya di pake terus lagi". Otomatis kita-kitapun nglepas tuh ID card dan gak pernah make lagi. Sebel beud (alay) ama tuh kakak kelas.
Waktu kelas satu juga kita-kita paling sebel kalo lagi ada pelajaran PKn, karna gurunya kalo ngomong pedes amat (peristiwa yang gak penting). Gurunya dulu lumayan baik juga sih. Tapi, gue punya guru mata pelajaran kertakes, gue sebel ama tuh orang yang bikin kesenian yang bisanya ngehabisin duit (*ngawur lu may)

Lanjut ke kelas dua. Di kelas ini gue makin krasan ama ni kelas. Terutama ama warga-warga 'Wholu B'. Maklum waktu itu kelas kita d rolling, separuh dari kelas A, separuh dari kelas B (g penting buat di jelasin).
Disini, wali kelas gue yang ama anak-anak dipanggil 'Pak Dhe' karna orangnya berkumis, aduh boo.. tuh orangnya kadang gokil, kadang garing, kadang suka ngomong hal yang gak penting. Gue gak punya unek-unek yang pantas tuk di ceritakan di kelas ini.

Lanjut ke kelas sembilan (waaaaa). Gue sumpah dah, sayang banget ama kelas ni, mungkin ni kelas akan jadi kenangan terindah gue waktu sekolah di SMPN 1 Singosari. Warga-warga 'NINEBE' yang seru abis, kompak abis. ada Ifa, Rere, Gita, Citra, Ulid, Biba, Giri, Apip, Gusmin, dan yang lainnya.

Gue punya unek-unek ama satpam sekolah. Kita kan pulangnya sore, trus byasanya ama gurunya di kasih tugas yang berkelompok, agar lebih menghemat waktu, kita ngetjain tugas kelompoknya di sekolah. Eh... ama tuh satpam malah d suruh cepet-cepet pulang. Padahal kita=kita udah ngjelasin kalo kita lagi kerja kelompok. Rese' banget tuh prang. Padahal dulu waktu kelas satu dan dua, kita gapapa pulang sore, eh sekarang malah gak boleh. Emang sih yang jaga sekarang orangnya beda.

Harapan gue waktu gue ninggalin sekolah ini, moga-moga sekolah ini menjadi SBI. Buta adik-adik kelas, semoga kalian bisa membawa nama SMPN 1 Singosari menjadi lebih baik lagi.

Nah, itulah unek-unek saya saat bersekolah di SMPN 1 Singosari yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaattt saya cintai ini. Mungkin di lain waktu saya akan mem-posting lagi.

Sekian :)

Read More...... Dulu waktu saya pertama kali menginjakan kaki saya di SMPN 1 Singosari, wuihhh.. seneng banget, karna saya berhasil masu ke sekolah yang tergolong bagus dan anaknya pinter-pinter.

Waktu kelas satu dulu, aku berada di kelas 7A, di elas ni, kelasku bolak-balik ganti wali kelas yang bikin sumpek. Dulu aku ngrasa minder, karna anak yang masuk ke sekolah ini pada pinter-pinter semua, dulu aku pernah berpikir, "busyeettt dah, kalah saingan gue". eh, ternyata beneran. Waktu kelas satu dulu, ama pihak sekolah kita-kita yang anak RSBI di kasih ID card, dan katanya harus wajib make'. Kitapun nurut-nurut aja. Eh, ternyata eh ternyata, waktu tmen gue lewat tangga dan berpapasan dengan kakak kelas, kakak kelas yang kliatannya endel banget ngomong kayak gini, "ih, mentang-mentang jadi anak RSBI aja belagu, ID cardnya di pake terus lagi". Otomatis kita-kitapun nglepas tuh ID card dan gak pernah make lagi. Sebel beud (alay) ama tuh kakak kelas.
Waktu kelas satu juga kita-kita paling sebel kalo lagi ada pelajaran PKn, karna gurunya kalo ngomong pedes amat (peristiwa yang gak penting). Gurunya dulu lumayan baik juga sih. Tapi, gue punya guru mata pelajaran kertakes, gue sebel ama tuh orang yang bikin kesenian yang bisanya ngehabisin duit (*ngawur lu may)

Lanjut ke kelas dua. Di kelas ini gue makin krasan ama ni kelas. Terutama ama warga-warga 'Wholu B'. Maklum waktu itu kelas kita d rolling, separuh dari kelas A, separuh dari kelas B (g penting buat di jelasin).
Disini, wali kelas gue yang ama anak-anak dipanggil 'Pak Dhe' karna orangnya berkumis, aduh boo.. tuh orangnya kadang gokil, kadang garing, kadang suka ngomong hal yang gak penting. Gue gak punya unek-unek yang pantas tuk di ceritakan di kelas ini.

Lanjut ke kelas sembilan (waaaaa). Gue sumpah dah, sayang banget ama kelas ni, mungkin ni kelas akan jadi kenangan terindah gue waktu sekolah di SMPN 1 Singosari. Warga-warga 'NINEBE' yang seru abis, kompak abis. ada Ifa, Rere, Gita, Citra, Ulid, Biba, Giri, Apip, Gusmin, dan yang lainnya.

Gue punya unek-unek ama satpam sekolah. Kita kan pulangnya sore, trus byasanya ama gurunya di kasih tugas yang berkelompok, agar lebih menghemat waktu, kita ngetjain tugas kelompoknya di sekolah. Eh... ama tuh satpam malah d suruh cepet-cepet pulang. Padahal kita=kita udah ngjelasin kalo kita lagi kerja kelompok. Rese' banget tuh prang. Padahal dulu waktu kelas satu dan dua, kita gapapa pulang sore, eh sekarang malah gak boleh. Emang sih yang jaga sekarang orangnya beda.

Harapan gue waktu gue ninggalin sekolah ini, moga-moga sekolah ini menjadi SBI. Buta adik-adik kelas, semoga kalian bisa membawa nama SMPN 1 Singosari menjadi lebih baik lagi.

Nah, itulah unek-unek saya saat bersekolah di SMPN 1 Singosari yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaattt saya cintai ini. Mungkin di lain waktu saya akan mem-posting lagi.

Sekian :)

Moirai

| Sabtu, 05 Februari 2011 | 0 komentar |

Para Moirai, juga disebut Moirae atau Moerae (Bahasa Yunani: Μοῖραι) dalam mitologi Yunani adalah tiga orang dewi takdir. Mereka mengendalikan nasib setiap manusia sejak lahir hingga mati. Dalam mitologi Romawi dikenal sebagai Parkae atau Fata.
Dalam mitologi


Patung tiga Moirai di Dublin, Irlandia


Tiga orang Moirai yaitu:

Klotho, bertugas memintal benang kehidupan setiap manusia.
Lakhesis, bertugas mengukur benang kehidupan setiap manusia dengan tongkat pengukurnya.
Atropos, bertugas memotong benang kehidupan setiap menusia dengan "gunting kebencian" miliknya. Dialah yang menentukan kapan dan bagaimana seseorang akan mati.



Para Moirai muncul tiga malam setelah kelahiran seorang bayi untuk menentukan takdir hidupnya. Ada banyak pendapat mengenai asal mereka, ada yang mengatakan bahwa mereka adalah anak-anak perempuan Zeus dan Themis atau dewa-dewi awal seperti seperti Nyx, Khaos atau Ananke. Para Moirae biasanya digambarkan sebagai sosok yang dingin, kejam dan tidak berperasaan, dan digambarkan sebagai perempuan tua. Para dewa pun tidak berani pada para Moirai. Zeus juga tunduk pada kekuasaan mereka. Meskipun tidak diketahui sejauh mana kekuasaan para Moirai terhadap takdir para dewa.

Read More...... Para Moirai, juga disebut Moirae atau Moerae (Bahasa Yunani: Μοῖραι) dalam mitologi Yunani adalah tiga orang dewi takdir. Mereka mengendalikan nasib setiap manusia sejak lahir hingga mati. Dalam mitologi Romawi dikenal sebagai Parkae atau Fata.
Dalam mitologi


Patung tiga Moirai di Dublin, Irlandia


Tiga orang Moirai yaitu:

Klotho, bertugas memintal benang kehidupan setiap manusia.
Lakhesis, bertugas mengukur benang kehidupan setiap manusia dengan tongkat pengukurnya.
Atropos, bertugas memotong benang kehidupan setiap menusia dengan "gunting kebencian" miliknya. Dialah yang menentukan kapan dan bagaimana seseorang akan mati.



Para Moirai muncul tiga malam setelah kelahiran seorang bayi untuk menentukan takdir hidupnya. Ada banyak pendapat mengenai asal mereka, ada yang mengatakan bahwa mereka adalah anak-anak perempuan Zeus dan Themis atau dewa-dewi awal seperti seperti Nyx, Khaos atau Ananke. Para Moirae biasanya digambarkan sebagai sosok yang dingin, kejam dan tidak berperasaan, dan digambarkan sebagai perempuan tua. Para dewa pun tidak berani pada para Moirai. Zeus juga tunduk pada kekuasaan mereka. Meskipun tidak diketahui sejauh mana kekuasaan para Moirai terhadap takdir para dewa.

Athena

| | 0 komentar |



Athena, (bahasa Yunani: Αθηνά atau Αθήνη; bahasa Doris: Ασάνα) yang dialihaksarakan sebagai Athene, adalah seorang Dewi Yunani yang melambangkan kebijaksanaan, strategi, dan perang. Ia dihubungkan oleh bangsa Etruria dengan dewi mereka bernama Menrva, dan kemudian dikenali oleh orang Romawi sebagai Minerva, yang ditemani oleh seekor burung hantu kecil, memakai sebuah tameng dada bernama Aegis yang diberikan kepadanya oleh ayahnya dan ditemani oleh dewi kemenangan, Nike.

Read More......

Athena, (bahasa Yunani: Αθηνά atau Αθήνη; bahasa Doris: Ασάνα) yang dialihaksarakan sebagai Athene, adalah seorang Dewi Yunani yang melambangkan kebijaksanaan, strategi, dan perang. Ia dihubungkan oleh bangsa Etruria dengan dewi mereka bernama Menrva, dan kemudian dikenali oleh orang Romawi sebagai Minerva, yang ditemani oleh seekor burung hantu kecil, memakai sebuah tameng dada bernama Aegis yang diberikan kepadanya oleh ayahnya dan ditemani oleh dewi kemenangan, Nike.

Mitologi Yunani

| | 0 komentar |

Mitologi Yunani adalah kumpulan legenda Yunani tentang dewa-dewi Yunani serta para pahlawan yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan.
Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya yang mungkin lebih dari satu seperti Demeter. Dewa-dewi ini terkadang membantu manusia dan bahkan memperistri seorang wanita manusia menghasilkan anak yang setengah manusia setengah dewa. Anak-anak inilah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan.
Mitologi Yunani secara eksplisit terdapat dalam kumpulan cerita dan karya seni, misalnya lukisan pada vas dan benda-benda ritual untuk dewa. Mitologi Yunani menjelaskan asal mula dunia dan menceritakan kehidupan dan petualangan berbagai dewa, dewi, pahlawan, dan makhluk-makhluk mitologi. Mitologi Yunani awalnya disebarkan melalui tradisi oral; saat ini mitologi Yunani diketahui dari literatur Yunani.
Sumber literatur Yunani tertua, Puisi epik Iliad dan Odyssey, ceritanya terpusat pada peristiwa mengenai Perang Troya. Sementara itu, dua puisi karya Hesiod, Theogoni dan Erga kaí Hēmérai, menceritakan mengenai penciptaan dunia, pergantian kekuasaan dewa, pergantian zaman manusia, asal mula kesengsaraan manusia, dan asal mula ritual kurban. Mitologi Yunani juga terdapat dalam Hymne Homer, dalam potongan-potongan puisi epik dari Siklus Epik, dalam karya seni tragedi dari abad kelima, dalam tulisan-tulisan para cendekiawan dan penyair dari zaman Yunani kuno dan dalam teks-teks dari Kekaisaran Romawi karya penulis-penulis deperti Plutarch dan Pausanias.

Asal Usul Mitologi Yunani

Walaupun ada berbagai mitologi di seluruh dunia kata mitologi berasal dari Yunani yang terdiri dari 2 kata
  1. Muthos yang dalam bahasa Yunani berarti sebuah seni bahasa yang menjadi bahasa.
  2. Logos yang berarti sebuah kata, sabda, firman, cerita atau argumen yang meyakinkan.
Beberapa sumber yang dipakai sebagai rujukan mitologi Yunani antara lain adalah karya-karya Homerus dan Hesiodus.

Read More......
Mitologi Yunani adalah kumpulan legenda Yunani tentang dewa-dewi Yunani serta para pahlawan yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan.
Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya yang mungkin lebih dari satu seperti Demeter. Dewa-dewi ini terkadang membantu manusia dan bahkan memperistri seorang wanita manusia menghasilkan anak yang setengah manusia setengah dewa. Anak-anak inilah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan.
Mitologi Yunani secara eksplisit terdapat dalam kumpulan cerita dan karya seni, misalnya lukisan pada vas dan benda-benda ritual untuk dewa. Mitologi Yunani menjelaskan asal mula dunia dan menceritakan kehidupan dan petualangan berbagai dewa, dewi, pahlawan, dan makhluk-makhluk mitologi. Mitologi Yunani awalnya disebarkan melalui tradisi oral; saat ini mitologi Yunani diketahui dari literatur Yunani.
Sumber literatur Yunani tertua, Puisi epik Iliad dan Odyssey, ceritanya terpusat pada peristiwa mengenai Perang Troya. Sementara itu, dua puisi karya Hesiod, Theogoni dan Erga kaí Hēmérai, menceritakan mengenai penciptaan dunia, pergantian kekuasaan dewa, pergantian zaman manusia, asal mula kesengsaraan manusia, dan asal mula ritual kurban. Mitologi Yunani juga terdapat dalam Hymne Homer, dalam potongan-potongan puisi epik dari Siklus Epik, dalam karya seni tragedi dari abad kelima, dalam tulisan-tulisan para cendekiawan dan penyair dari zaman Yunani kuno dan dalam teks-teks dari Kekaisaran Romawi karya penulis-penulis deperti Plutarch dan Pausanias.

Asal Usul Mitologi Yunani

Walaupun ada berbagai mitologi di seluruh dunia kata mitologi berasal dari Yunani yang terdiri dari 2 kata
  1. Muthos yang dalam bahasa Yunani berarti sebuah seni bahasa yang menjadi bahasa.
  2. Logos yang berarti sebuah kata, sabda, firman, cerita atau argumen yang meyakinkan.
Beberapa sumber yang dipakai sebagai rujukan mitologi Yunani antara lain adalah karya-karya Homerus dan Hesiodus.